Rabu, 26 Januari 2011

Indonesia



"Aku iri melihat turis-turis kere gentayangan di bumi kita ini. Dengan satu dolar, mereka bisa menikmati surga-surga yang dimiliki bumi kita ini. Tapi, kita dengan satu dolar pergi ke bumi mereka? Mungkin langsung mati!
"Turis-turis kere itu sudah pada tahu apa dan bagaimana Bali, Tana. Toraja, Dayak, Danau Toba, dan masih banyak lagi. Lha, kita?"Ini nggak fair!" 
-Balada si Roy 1-


ini soal selera. pasti tiap kepala punya ingin yang beraneka. namun saya suka heran dengan apa yang saya lihat. banyak orang yang suka traveling. entah hanya sekedar melepaskan dahaganya akan suasana yang cantik atau hanya untuk berbelanja. atau ada juga orang yang ingin berontak dengan rutinitasnya yang membosankan. Indonesia, tanah dimana Tuhan menakdirkan saya dilahirkan di negeri ini, sungguh memukau dengan alam dan budayanya. tapi kadang saya suka heran. entah apa alasannya, sering saya melihat orang indonesia suka memamerkan foto dimana mereka berpose dengan barang hasil belanjaannya yang mahal dengan brand ternama di negeri mungil makmur tempat para penjahat negeri ini menyimpan kekayaannya. lalu disisi lain mereka dengan bangganya menceritakan pengalaman travelingnya disuatu tempat di Indonesia, dengan mengatakan "saya bisa pergi kesuatu daerah x di Indonesia hanya dengan biaya sekian puluh ribu  rupiah dalam waktu beberapa hari. lalu diceritakan pula tips-tips hemat bin pelit. apa mereka lupa perputaran ekonomi didaerah beda jauh dengan di kota? saya tidak paham ilmu ekonomi, tapi bukankah dengan kita membelanjakan uang kita didaerah akan membantu denyut-denyut perekonomian disana. bukankah peekonomian didaerah masih jauh dibandingkan dikota? bukankah kita berani membuang uang banyak di negeri orang lalu berpose ala julius cesar seolah telah menaklukan kerajaan lain.  olala...
tapi sekali lagi, ini soal selera. tentu tiap kepala punya ingin yang beraneka.


bukan seberapa jauh kaki ini melangkah. bukan seberapa banyak daerah yang saya kunjungi. bukan pula seberapa banyak foto yang saya hasilkan. tapi seberapa banyak saya menemukan persahabatan baru dan mengenal mereka disana. lalu seberapa banyak cerita positif yang bisa saya petik. dan banyak moment dalam hidup yang akan saya ceritakan ke anak cucu saya nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar